Pages

Subscribe:

Wednesday, October 2, 2013

Indonesia XI Taklukkan Fulham U-21


Yogyakarta - Tim Indonesia XI menaklukkan Fulham U-21 dengan skor 2-0 di ajang persahabatan. Dua gol tim yang dilatih oleh Djajang Nurjaman itu diciptakan oleh Greg Nwokolo dan Titus Bonai.

Bermain di stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (1/10/2013), tim Indonesia cenderung tertekan di 20 menit pertama.

Indonesia mulai mengancam pada menit ke-27 lewat tendangan bebas Ismed Sofyan. Namun eksekusi Ismed mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Fulham U-21 Luke Badiali.

Fulham U-21 sempat mencetak gol pada menit ke-29. Umpan silang Sean Kafanagh dicocor Lylf Della Verde masuk ke gawang. Namun wasit menganulir gol ini karena Della Verde dianggap melakukan pelanggaran terhadap I Made Wirawan terlebih dulu.

Indonesia mencetak gol di menit ke-35. Melakukan solo run dari tengah lapangan, Greg kemudian melepaskan sepakan kaki kiri dan menjebol gawang Fulham U-21.

Baru semenit babak kedua berjalan, tim Indonesia langsung menekan. Sepakan Tibo nyaris menggandakan keunggulan andai tak menerpa tiang gawang. Sementara upaya dari Greg empat menit berselang mampu ditepis Badiali.

Indonesia menggandakan keunggulan pada menit ke-55 setelah Tibo mengelabui badiali. Gol ini sempat menuai kontroversi karena tangan Tibo terlihat sempat menyentuh bola sebelumnya.

Pada menit ke-66 tim Indonesia mendapatkan tekanan. Namun Made Wirawan menepis bola sepakan Dino Islamovic dengan gemilang.

Tak ada lagi gol hingga pertandingan usai.

Susunan pemain

Indonesia: Made Wirawan, Igbonefo, Toni, Ismed (Maman '75), Firman (Anang Hadi '90) , Revi (Atep '65), Ponaryo, Nur Cahyo (Waluyo' 79), Tibo (Moniega' 74), Greg, Fahrudin (Gunawan '85)

Fulham U-21: Badiali, Pasley, Kafanagh, Minkwitz, Arthurworrey, Grimmer, Plumain (O'Reilly '66), Christensen, Islamovic, Richards, Della Verde (Banya '59)

Indonesia vs China Tanpa Penonton Kecuali Partner dan Sponsor


Jakarta - PSSI menegaskan bahwa pertandingan babak kualifikasi Piala Asia 2015 melawan China pada 15 Oktober mendatang digelar tanpa penonton. Tapi mereka menyiapkan ribuan kursi untuk partner dan sponsor.

Pertandingan yang tertutup itu merupakan buah dari ulah suporter Indonesia di beberapa pertandingan kualifikasi Piala Asia U-22 sepanjang tahun 2012, sehingga AFC menjatuhkan hukuman kepada Indonesia.

Tak ingin Stadion Gelora Bung Karno kosong sama sekali, PSSI mengaku meminta AFC supaya membolehkan relasi-relasi mereka tetap menyaksikan pertandingan tersebut di dalam stadion. AFC, kata PSSI, mengabulkan permintaan itu dan memberi alokasi 5.000 kursi.

"Kita dapat kelonggaran untuk partner dan sponsorship PSSI, hanya 5.000 penonton," ujar Direktur Marketing PSSI, Edhi Prasetyo, di Jakarta, Rabu (2/10/2013).

"Kelas yang diperbolehkan juga hanya untuk VIP dan VVIP."

Partner dan sponsor itu pun, lanjut Edhi, tidak gratis untuk bisa menonton pertandingan tersebut. Ia mengatakan, mereka harus membelinya seharga Rp 3,5 juta untuk kelas VVIP dan Rp 2,5 juta untuk VIP -- dan mendapatkan jersey timnas.

Untuk suporter yang tetap ingin merasakan atmosfer pertandingan dari dekat, panitia akan menyiapkan fasilitas menonton siarannya di areal GBK.

"Ada empat giant screen (layar lebar) di sekitaran stadion utama: di Pintu Utara, Tenggara, Barat, dan Timur," jelasnya.